Pangkalpinang – Aktivitas produksi minuman beralkohol tradisional jenis arak diduga berlangsung di kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari kawasan Stadion Depati Amir (Gabek), Kota Pangkalpinang.
Kegiatan tersebut disebut dilakukan secara tertutup di sebuah rumah gubuk tua yang tampak tidak berpenghuni, diduga untuk menghindari perhatian masyarakat maupun aparat penegak hukum (APH).
Berdasarkan temuan tim media di lokasi, terlihat sejumlah peralatan yang digunakan untuk proses produksi arak, di antaranya dua dandang, enam tabung gas LPG ukuran 3 kilogram, serta belasan ember berisi cairan fermentasi.
Di lokasi juga terlihat seorang pekerja tengah melakukan proses penyulingan.
Selain itu, ditemukan dua jerigen berisi cairan yang diduga arak dan siap diedarkan. Selasa (28/04/26).
Aktivitas tersebut memunculkan kekhawatiran warga sekitar karena berada di tengah lingkungan permukiman padat penduduk.
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku kegiatan produksi telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara berkala.
“Kurang lebih sudah setahun. Dalam seminggu bisa dua kali beraktivitas. Sekali penyulingan bisa tiga jerigen ukuran 20 liter,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan usaha tersebut diduga dimiliki seorang pria bernama Akian, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi produksi.
Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengakui lokasi tersebut miliknya. Ia menyebut kegiatan produksi sempat berhenti dan baru kembali berjalan.
“Iya, itu punya saya. Baru produksi kembali karena sudah lama berhenti. Pakai kompor gas supaya tidak terlalu mencolok,” katanya kepada awak media.
Keberadaan aktivitas produksi arak di tengah permukiman dinilai menimbulkan sejumlah persoalan, mulai dari potensi gangguan keamanan lingkungan, risiko kebakaran akibat penggunaan tabung gas dalam jumlah banyak, hingga dugaan pelanggaran terhadap ketentuan peredaran minuman beralkohol.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih dalam upaya konfirmasi ke pihak APH maupun instansi terkait mengenai aktivitas pembuatan arak tersebut.
Warga berharap aparat segera turun tangan melakukan pemeriksaan agar situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.
(TIM)


















