TANJUNG KALIAN, BANGKA BARAT – Aparat Satuan Tugas (Satgas) Halilintar mengamankan 60 keping lempeng balok timah dalam operasi pada Jumat (01/05/2026) sekitar pukul 06.37 WIB. Penindakan ini kini menjadi sorotan publik karena adanya dugaan keterkaitan dengan oknum aparat TNI.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa barang bukti ditemukan di dalam kendaraan yang diduga terkait dengan oknum anggota TNI.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi identitas maupun keterlibatan pihak tersebut.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa proses pengamanan berlangsung tertib, namun menimbulkan perhatian warga.
“Sekitar pukul 06.37 WIB ada penindakan di pelabuhan. Tim mengamankan puluhan keping timah dari kendaraan yang diduga milik oknum aparat,” ujarnya.
Komandan Satgas Halilintar, Bagas, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa proses masih dalam tahap awal.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan diberitahukan,” katanya singkat.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa 60 keping balok timah tersebut diduga tidak dilengkapi dokumen resmi pengangkutan, termasuk rekomendasi dari pihak yang berwenang dalam tata niaga timah.
Sesuai ketentuan dalam , setiap pengangkutan mineral tanpa izin resmi dapat dikenakan sanksi pidana penjara hingga 5 tahun serta denda maksimal Rp100 miliar. Jika melibatkan aparat negara, penanganannya dapat diperberat karena berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang.
Kejadian ini memicu reaksi luas dari masyarakat Bangka Belitung. Dugaan keterlibatan aparat dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan keamanan.
Dalam pernyataan resminya, Lembaga Mabesbara Bangka Belitung menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini sampai ke akar, tanpa pandang bulu. Jika benar ada keterlibatan oknum aparat, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Edi Ketua Lembaga Mabesbara Babel.
Edi juga meminta agar institusi terkait tidak menutup-nutupi informasi serta segera menyampaikan perkembangan kasus kepada publik guna mencegah spekulasi.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pihak yang diduga terlibat belum diumumkan secara resmi. Aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti, kendaraan, serta pihak-pihak terkait.
Pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi yang komprehensif. Penanganan kasus ini dinilai menjadi ujian penting bagi komitmen penegakan hukum yang adil, transparan, dan profesional di sektor pertambangan, khususnya di wilayah Bangka Belitung.
(TIM)


















