Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlines

Tinjau Lokasi Banjir Kenanga Atas, DPUPRP Temukan Penyempitan Saluran Drastis

387
×

Tinjau Lokasi Banjir Kenanga Atas, DPUPRP Temukan Penyempitan Saluran Drastis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bangka Tengah – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Bangka Tengah melakukan peninjauan lapangan di titik banjir yang dikeluhkan warga di Jalan Kenanga Atas, Kelurahan Koba.

‎Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan adanya penyempitan saluran drainase yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir. Penyempitan itu terjadi akibat adanya bangunan yang berdiri di atas atau di sekitar sempadan saluran, sehingga lebar drainase yang semula sekitar dua meter menyempit menjadi hanya sekitar 60 sentimeter. Lokasi tersebut berada di samping Warung Makan Dapur Wita.

Example 300x600

‎Kepala DPUPRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus bersama anggota Komisi II DPRD telah melakukan peninjauan ke lokasi banjir pada pagi hari.

‎”Saya mendapatkan informasi dari staf bahwa Ketua DPRD Batianus bersama anggota Komisi II melakukan peninjauan tadi pagi terkait masalah banjir di Kelurahan Koba. Memang pada awal Februari lalu sempat terjadi banjir di ruas jalan nasional tersebut,” ujar Fani, Senin (9/3/2026).

‎Ia menjelaskan, sebelumnya DPUPRP telah melakukan beberapa langkah penanganan, di antaranya pembersihan drainase di depan Kelenteng Koba untuk memperlancar aliran air.

‎Namun setelah dilakukan analisa lebih lanjut, pihaknya menemukan adanya penyempitan saluran yang harus ditangani terlebih dahulu melalui musyawarah dengan pemilik lahan.

‎”Sudah kami analisa dan kaji, memang harus dimusyawarahkan karena ada penyempitan drainase akibat adanya bangunan. Jadi perlu dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pemilik lahan,” jelasnya.

Foto : Kepala Dinas PUPRP Memantau Penyempitan Drainase, (Senin, 09/3).

‎Menurut Fani, pemilik lahan tersebut saat ini diketahui sedang berada di Jakarta, sehingga pihaknya berharap ada bantuan dari pihak kelurahan untuk membantu proses komunikasi.

‎”Ternyata pemilik lahannya tidak berada di Bangka Belitung, melainkan sedang di Jakarta. Kami berharap ada bantuan dari kelurahan untuk melakukan pendekatan komunikasi agar saat perbaikan drainase dilakukan tidak ada kendala,” tambahnya.

‎Untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut, DPUPRP telah menyiapkan beberapa rencana penanganan. Di antaranya pembangunan saluran primer sepanjang 120 meter di samping Dapur Wita, pembangunan drainase sepanjang 150 meter di lahan sitaan Kejaksaan Agung, serta mengusulkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk pembangunan box culvert di depan Kelenteng di Jalan Kenanga Atas.

‎”Perlu ada perbaikan karena terjadi penyempitan. Saluran harus dikembalikan ke kondisi semula sesuai dengan lebar dan tinggi awalnya,” tegas Fani.

(TIM)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *