
Bangka Barat, (Journalcyber.online) – Aktivitas tambang timah ilegal di perairan laut Tembelok dan Keranggan, Kabupaten Bangka Barat, menjadi sorotan publik beberapa pekan terakhir. Meski aparat penegak hukum (APH) sudah memberikan peringatan agar kegiatan penambangan dihentikan, kenyataannya, para penambang tetap terus beroperasi tanpa henti. Fenomena ini memicu pertanyaan serius mengenai keberanian para penambang yang seolah tidak takut akan hukum, serta kinerja aparat yang terkesan bungkam menghadapi situasi ini.
Laporan Aktivitas Penambangan
Pantauan langsung tim media di lokasi pantai Tembelok dan Keranggan menunjukkan pemandangan yang mengejutkan. Terlihat ratusan ponton sedang beraktivitas beberapa mil dari bibir pantai, sebuah pemandangan yang mengindikasikan aktivitas penambangan timah ilegal dalam skala besar. Para penambang yang menggunakan ponton jenis rajuk ini tampaknya tidak terpengaruh oleh upaya pihak berwenang untuk menertibkan kegiatan mereka. Sabtu (28/09/24) sore.
Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa hasil pasir timah yang diperoleh dari penambangan di kawasan ini sangat memuaskan, sehingga para penambang tetap bersemangat meski menyadari bahwa aktivitas mereka melanggar hukum. Salah seorang penambang, yang memilih untuk tidak menyebutkan namanya, mengungkapkan bahwa mereka merasa aman-aman saja bekerja di wilayah ini.
“Kami hanya bekerja untuk mencari rezeki. Lokasi tambang ini memang banyak hasilnya, dan kami masyarakat kecil tidak akan berani bekerja tanpa ada yang mengkoordinir. Kami takut kalau tidak ada koordinasi, pasti akan ditangkap. Tapi kami yakin, di sini aman karena pengurusnya sudah tersusun rapi,” ujar penambang tersebut.
Peran Bos Penadah dan Dugaan Koordinasi Terorganisir
Salah satu faktor yang memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat adalah isu peran beberapa oknum bos penadah yang diduga bermain di balik layar. Mereka diduga menampung dan membeli pasir timah dari para penambang ilegal, meski mengetahui bahwa aktivitas ini melanggar hukum. Hal ini menciptakan jaringan yang kuat, sehingga membuat penertiban oleh APH semakin sulit dilakukan.
Publik mempertanyakan, mengapa pihak APH tampaknya tidak berdaya menghadapi praktek tambang ilegal ini. Beberapa sumber menyebutkan, bahwa koordinasi terorganisir di antara para pengurus tambang dan oknum terkait mungkin menjadi alasan mengapa penertiban tidak dilakukan. Kondisi ini menciptakan kesan bahwa ada kekuatan besar di belakang tambang ilegal tersebut, yang membuat aparat terpaksa berdiam diri.
Ancaman Terhadap Wartawan dan Keberanian Penambang
Situasi semakin memanas ketika baru-baru ini tersiar kabar bahwa seorang oknum wartawan yang mencoba meliput aktivitas tambang ilegal ini mendapat ancaman serius dari salah satu pengurus tambang. Ancaman tersebut sangat mengerikan, bahkan sampai mengancam untuk meratakan rumah wartawan tersebut. Kejadian ini menambah deretan peristiwa yang menunjukkan betapa kuatnya pengaruh yang melindungi aktivitas tambang ilegal ini.
Ancaman terhadap wartawan ini memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak. Namun, meski ancaman ini viral dan mendapat perhatian publik, pihak APH masih belum mengambil tindakan tegas. Keberanian para penambang ilegal, yang merasa dilindungi oleh “pengurus” mereka, semakin menegaskan bahwa ada kekuatan besar yang melindungi mereka dari jeratan hukum.
Kebisuan Aparatur Penegak Hukum: Apa Gunanya APH di Babel?
Dengan adanya berbagai laporan dan ancaman yang terjadi, publik mulai mempertanyakan apa sebenarnya peran APH di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Mengapa aparat setempat tampak tidak berkutik dalam menghadapi praktek tambang ilegal ini?, Apakah ada tekanan atau pengaruh yang membuat mereka enggan bertindak?, Beberapa pihak bahkan menyarankan agar Mabes Polri turun langsung untuk menertibkan tambang ilegal di wilayah Tembelok dan Keranggan ini.
Pertanyaan-pertanyaan ini semakin mempertegas keraguan masyarakat terhadap kemampuan APH setempat dalam menjalankan tugas mereka. Masyarakat semakin tidak percaya dengan integritas aparat hukum jika kondisi ini terus dibiarkan. Apakah harus menunggu tindakan dari pemerintah pusat agar situasi ini bisa diatasi?.
Perlunya Investigasi Lebih Mendalam
Fenomena tambang timah ilegal di perairan Tembelok dan Keranggan tidak hanya mencerminkan persoalan hukum dan ketertiban, tetapi juga menggambarkan permasalahan sosial yang lebih dalam. Keberanian para penambang, keterlibatan oknum bos penadah, dan kebisuan aparat penegak hukum, semuanya menandakan adanya masalah struktural yang perlu segera diatasi.
Tim media ini akan terus menggali informasi lebih lanjut dan melakukan investigasi yang lebih mendalam guna membongkar jaringan tambang ilegal ini. Masyarakat berhak tahu siapa saja pihak-pihak yang terlibat dan bagaimana mereka bisa lolos dari jeratan hukum.
(TIM JOURNAL)

















Harus ditindak dengan tegas dan terkhusus untuk APH harus sigap dan konsisten dalam menyikapi persoalan akan adanya aktivitas tambang ilegal tersebut.