
Pemali, Bangka, (Journalcyber.online) – Aktivitas tambang timah ilegal kembali menjadi perhatian publik di wilayah Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Operasi tambang ini terletak dekat lahan eks tambang Pondi dan tidak jauh dari kantor Polsek Pemali. Salah satu tokoh yang disebut-sebut mengelola tambang tersebut adalah seorang warga setempat yang dikenal sebagai Haji KT, seorang pemain lama di dunia pertambangan ilegal.
Pantauan tim journal di lokasi tambang, menunjukkan adanya satu unit alat berat jenis excavator berwarna hijau yang tengah beroperasi mengeruk tanah. Selain itu, terlihat beberapa selang dan mesin pompa yang digunakan untuk menghisap pasir timah. Beberapa pekerja juga tampak sibuk di lokasi, menjalankan kegiatan pertambangan tersebut tanpa ada tanda-tanda gangguan dari pihak berwenang. Sabtu (23/11/24).
Haji KT, Pemain Lama Dalam Dunia Tambang Ilegal
Menurut informasi yang dihimpun, Haji KT sudah lama dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam kegiatan tambang pasir dan timah ilegal di wilayah Pemali. Ia disebut-sebut mampu mengoperasikan tambang tanpa takut tersentuh hukum. Dugaan kuat mengemuka bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan pihak tertentu, sehingga aktivitasnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Tambang itu milik Haji KT, beliau sudah lama bermain tambang pasir dan timah di wilayah sini. Setahu kami belum pernah tertangkap, padahal Polsek dekat sinilah. Diduga pasti sudah koordinasi, makanya bisa aman,” ungkap seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Lokasi Tambang Dekat Kantor Polsek
Keberadaan tambang ilegal ini semakin mengundang perhatian karena lokasinya tak jauh dari kantor Polsek Pemali. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat tentang pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Banyak warga yang merasa kecewa karena aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menciptakan kesan bahwa hukum dapat diabaikan selama ada “koordinasi” tertentu. “Ini sangat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar. Kalau hukum hanya tajam ke bawah, ke mana lagi kami mengadu?,” keluh warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim journal masih berusaha mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait, termasuk Polsek Pemali dan pemerintah daerah setempat.
Tantangan Penegakan Hukum di Sektor Pertambangan
Kasus tambang ilegal seperti ini mencerminkan tantangan besar dalam penegakan hukum di sektor pertambangan, terutama di wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti Bangka Belitung. Ketiadaan tindakan tegas terhadap pelaku tambang ilegal menciptakan preseden buruk dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Aktivitas tambang ilegal juga berdampak serius pada lingkungan, mulai dari kerusakan ekosistem, pencemaran air, hingga perubahan topografi yang dapat memicu bencana alam seperti banjir dan longsor.
Dengan maraknya kasus tambang ilegal yang diduga melibatkan oknum-oknum tertentu, masyarakat berharap ada langkah nyata dari pemerintah dan penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku, tanpa pandang bulu.
(TIM JOURNAL)
















