Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlines

Ketua FKPPI Bateng Soroti Kekosongan Kursi Tamu di Debat Publik Calon Bupati-Wabup Bangka Tengah, Andalkan Anggaran Besar Tapi Sepi Kehadiran

470
×

Ketua FKPPI Bateng Soroti Kekosongan Kursi Tamu di Debat Publik Calon Bupati-Wabup Bangka Tengah, Andalkan Anggaran Besar Tapi Sepi Kehadiran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Caption: Sedikitnya Tamu Yang Hadir Dalam Acara Debat Publik Paslon Kepala Daerah Bangka Tengah. Kamis malam (24/10/24)

Bangka Tengah, (Journalcyber.online) –  Acara debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah (Bateng) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bateng di Soll Marina Hotel, Kecamatan Pangkalanbaru, Kab. Bangka Tengah, menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh banyaknya kekosongan kursi tamu undangan dalam acara tersebut, yang diungkap oleh media online lokal. Situasi ini disayangkan oleh Ketua PC 04 Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (KB-FKPPI) Bangka Tengah, Andrian Samallo, SPd. I, C. In, terutama mengingat besarnya anggaran dana hibah daerah yang dialokasikan untuk KPU Bateng sebagai penyelenggara Pilkada 2024. Kamis malam (24/10/24).

Andrian mengungkapkan kekecewaannya atas banyaknya kursi kosong di acara debat yang terbuka untuk publik itu, meskipun undangan yang diedarkan melibatkan lebih dari 200 orang. Daftar undangan termasuk masing-masing Paslon beserta tim sukses mereka, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPU, Bawaslu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, organisasi masyarakat dan kepemudaan, Apdesi Bateng, serta awak media.

Example 300x600

“Sangat disayangkan banyaknya kursi tamu undangan yang kosong pada acara debat publik Paslon Bupati-Wabup yang digelar oleh KPU Bateng. Padahal, tamu yang diundang lebih dari 200 orang, termasuk berbagai elemen masyarakat dan lembaga penting di Bateng,” ujar Andrian saat diwawancarai di Koba, Sabtu pagi (26/10/2024).

Melihat kondisi ini, Andrian menilai alokasi anggaran yang besar untuk menggelar debat di hotel berbintang tidaklah efisien, terlebih mengingat banyaknya kursi yang kosong. Ia menilai akan lebih bermanfaat jika acara debat publik Paslon Bupati-Wabup ini diselenggarakan di tempat terbuka, seperti alun-alun Kota Koba. Di lokasi seperti alun-alun, ruang lebih luas dapat menampung masyarakat yang lebih banyak, dan panggung sudah tersedia.

Menurutnya, pemilihan lokasi yang lebih terbuka selain dapat menghemat anggaran, juga akan meningkatkan antusiasme masyarakat Bateng untuk menghadiri langsung debat dan menyaksikan pemaparan visi dan misi para calon. Selain itu, acara terbuka bisa menggeliatkan perekonomian melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal.

“Seharusnya acara seperti ini lebih efisien jika diadakan di tempat terbuka, seperti di alun-alun Kota Koba. Masyarakat yang lebih luas dapat hadir langsung melihat calon pemimpin mereka berdebat, dan UKM-UKM yang saat ini sedang lesu bisa terbantu dengan adanya kegiatan di tempat terbuka seperti itu,” tambah Andrian.

Andrian menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran yang lebih efektif dalam kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dan berdampak pada peningkatan partisipasi pemilih di Pilkada. Ia menganggap bahwa penyelenggaraan acara debat di hotel berbintang seolah menciptakan kesan seremonial yang berjarak dari masyarakat. Ia juga menyayangkan penggunaan anggaran rakyat dalam acara yang minim kehadiran seperti itu.

“Melihat kondisi sekarang, dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu, masyarakat perlu merasa lebih dekat dengan acara-acara Pilkada. Mengadakan acara terbuka seperti di alun-alun akan lebih merakyat. Dengan anggaran yang lebih hemat, bisa sekaligus meningkatkan keterlibatan pemilih,” ujarnya.

Andrian pun menyampaikan bahwa target meningkatkan partisipasi pemilih bukan hanya dari kegiatan seremonial semata, melainkan dari strategi yang lebih cerdas dan efisien. Kegiatan yang terlalu formal di lokasi mewah dinilai kurang tepat untuk Pilkada tahun ini, terutama saat kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun.

“Target meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 harus dicapai dengan kerja cerdas dan hati yang ikhlas. Hal ini lebih penting daripada kegiatan yang hanya terlihat megah tetapi tidak memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Acara seremonial berlebihan sebaiknya dihindari jika hanya untuk menghabiskan anggaran,” tegas Andrian.

Sebagai informasi, dana hibah sebesar Rp 22,5 miliar telah disalurkan oleh Pemerintah Kab. Bateng kepada KPU untuk penyelenggaraan Pilkada 2024. Andrian merasa dana ini seharusnya dapat dimanfaatkan dengan lebih bijaksana. Ia menyayangkan jika sebagian besar dana terserap pada kegiatan di hotel berbintang atau acara seremonial yang tidak efektif dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

Andrian juga mengingatkan bahwa dana yang besar tersebut adalah amanah rakyat, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan yang benar-benar berdampak positif bagi masyarakat Bateng.

“Patut disayangkan jika sebagian dana terserap pada kegiatan yang tidak efektif dalam menjangkau masyarakat luas. KPU Bateng seharusnya bisa mengalokasikan dana lebih banyak untuk kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dan mampu mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada,” ujarnya.

Andrian berharap KPU Bateng bisa lebih jeli dan bijaksana dalam merencanakan kegiatan yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam Pilkada. Ia menilai KPU Bateng perlu menggandeng lebih banyak media lokal yang mudah diakses dan terjangkau masyarakat luas, sehingga sosialisasi yang dilakukan lebih efektif. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam Pilkada akan meningkat jika KPU Bateng mengadakan kegiatan yang bersifat langsung menyentuh kehidupan mereka sehari-hari, seperti mengadakan acara di ruang terbuka.

“Logikanya, kalau kita mau menarik partisipasi masyarakat, caranya bukan dengan mengadakan acara di hotel berbintang yang eksklusif. Masyarakat tentu berpikir dua kali untuk menyaksikan acara yang membutuhkan kuota internet besar. Jika kegiatan ini dibuat di tempat terbuka, masyarakat akan lebih antusias dan merasakan kedekatan dengan proses Pilkada,” imbuhnya.

Kritik yang disampaikan Andrian membuka ruang refleksi bagi KPU Bateng dalam upayanya mengoptimalkan penggunaan anggaran demi tercapainya Pilkada yang sukses dan berintegritas. Menurutnya, kesuksesan Pilkada tidak hanya dilihat dari kemegahan acara debat publik, tetapi dari bagaimana kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat luas dan mendorong mereka untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana.

“Posisi komisioner KPU Bateng adalah amanah sementara yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Kami berharap agar pihak KPU Bateng benar-benar mengutamakan kerja cerdas, keikhlasan, dan manfaat nyata bagi masyarakat Bateng, sehingga dana hibah besar ini dapat menghasilkan Pilkada yang sukses dan partisipatif,” tandas Andrian.

Melalui pandangan dan kritik yang disampaikannya, Andrian berharap KPU Bateng dapat menyusun strategi yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat dalam proses Pilkada 2024, sehingga target partisipasi pemilih dapat tercapai sesuai harapan, dan anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

(Sumber: Neng/RB)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *