Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlinesHukum

Kematian Tragis Ketua LSM BIDIK Sumsel, Yongki Ariansyah, Gegerkan Ogan Ilir: Tewas Ditusuk Setelah Dikeroyok Tujuh Orang Tak Dikenal

816
×

Kematian Tragis Ketua LSM BIDIK Sumsel, Yongki Ariansyah, Gegerkan Ogan Ilir: Tewas Ditusuk Setelah Dikeroyok Tujuh Orang Tak Dikenal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Caption: Saat Jenazah Yongki Hendak di Evakuasi ke rumah Duka. Sabtu (19/10/24) siang.

Ogan Ilir, (Journalcyber.online) – Kabar duka menyelimuti Ogan Ilir setelah tewasnya ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Investigasi Penyelidikan Korupsi (BIDIK), Yongki Ariansyah, denga cara yang mengenaskan. Pria berusia 36 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa dengan belasan luka tusukan setelah dikeroyok tujuh orang tak dikenal di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara. Sabtu (19/10/24) siang.

Peristiwa ini begitu mengejutkan masyarakat, khususnya di Ogan Ilir. Mengingat sosok Yongki dikenal sebagai aktivis vocal yang aktif memperjuangkan pemberantasan korupsi. Hingga kejadian inipun memicu berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari kalangan organisasi pers dan aktivis yang mengecam tindakan keji tersebut.

Example 300x600

Koronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata yang juga merupakan rekan korban, Iwan, ia bersama Yongki pergi menuju Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Tanjung Pering sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka berangkat dengan mengendarai dua mobil, Yongki menggunakan mobil pribadi sementara Iwan dan temannya mengendarai mobil pick-up.

Saat dalam perjalanan pulang, mobil yang kendarai Yongki dihadang oleh tujuh orang mengendarai sepeda motor, kemudian para pelaku langsung menyerang Yongki menggunakan senjata tajam. Iwan serta temannya yang menyaksikan kejadian tersebut merasa ketakutan dan langsung melarikan diri untuk menghindari serangan.

“Mobil kami dihadang, lalu Pak Yongki langsung diserang. Bahkan mereka ingin melukai kami juga, karena itu kamipun sempat kabur menghindar,” ujar iwan saat menceritakan kejadian tragis tersebut.

Setelah melakukan penyerangan terhadap Yongki, para pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor mereka, meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah.

Iwan dan temannya yang berhasil selamat, kemudian langsung membawa Yongki ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Senai dengan harapan bisa mendapatkan pertolongan medis. Sesampainya di RSUD, dokter Agung langsung menangani korban. Namun, nyawa Yongki tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.12 WIB akibat luka parah yang dideritanya.

Reaksi dan Solidaritas Dari Berbagai Pihak

Kabar berita duka Yongki dengan cepat beredar, memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan, terutama organisasi pers dan aktivis yang selama ini mendukung perjuangan korban dalam memberantas korupsi.

Fidiel Castro, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Ogan Ilir, mengecam keras aksi brutal tersebut. Ia menegaskan, bahwa tidak ada toleransi bagi para pelaku dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Ini sangat keji, tidak ada toleransi bagi para pelakunya. Saya kutuk keras tindakan mereka, kami meminta agar aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas kasus ini dan menghukum para pelaku seberat-beratnya,” tegas Fidiel.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ogan Ilir, Fredi Kurniawan, ia menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut mengecam tindakan keji yang merenggut nyawa Yongki. Fredi juga berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif dibalik pembunuhan ini.

“Saya mewakili PWI Ogan ilir, turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa Almarhum. Kami mengutuk keras peristiwa ini dan berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk mengusut tuntas motif dan siapa saja pelaku pembunuhan ini,” ungkap Fredi Kurniawan.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Ogan Ilir, Adiwinata, juga menyampaikan pernyataan serupa. Ia meminta agar hukum ditegakkan dan pelaku segera ditangkap.

“Kita ini berdiri di Negara hukum, hendaknya jika ada persoalan jangan mengedepankan emosi, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang,” kata Adiwinata dengan nada tegas.

Dugaan Motif dan Permintaan Penyelidikan

Kematian Yongki menimbulkan berbagai spekulasi terkait motif dibalik pembunuhan ini. Beberapa pihak menduga kuat bahwa pembunuhan tersebut mungkin terkait aktivitas Yongki sebagai aktivis yang selama ini kritis terhadap berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Ogan Ilir.

Suhandro alias Een, mantan aktivis di Ogan Ilir, menyatakan bahwa kemungkinan besar para pelaku adalah orang suruhan yang sengaja dikirim untuk menghabisi nyawa Yongki.

“Dugaan kuat, para pelaku merupakan suruhan seseorang yang merasa terancam oleh aktivitas kritis Yongki. Saya sangat mengharapkan para pelaku cepat tertangkap dan diadili,” ujar Een.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan ini. Kapolres Ogan Ilir telah menyatakan bahwa timnya akan bekerja keras untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap semua pelaku yang terlibat.

Publik kini menunggu hasil dari penyelidikan pihak kepolisian dan berharap keadilan segera ditegakkan, agar pelaku pembunuhan dapat hukuman setimpal. Tragedi ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi penuh resiko dan tantangan di banyak wilayah.

(TIM JOURNAL)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *