Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlines

Tebang Pilih di SPBU Kampak Pangkalpinang: Kendaraan Dibiarkan Masuk Dini Hari Khusus Untuk Pengerit Solar

470
×

Tebang Pilih di SPBU Kampak Pangkalpinang: Kendaraan Dibiarkan Masuk Dini Hari Khusus Untuk Pengerit Solar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Caption: Pukul 02 Dini Hari, Belasan Kendaraan Diduga Pengerit Sedang Antrean di Nozel Solar SPBU Kampak (Foto: Ist)

Pangkalpinang, (Journalcyber.online) – Fenomena antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 24.331.144 di Jl. Fatmawati (arah Kampak), Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, memunculkan dugaan praktik yang tidak transparan. Belasan kendaraan terlihat sudah mengantri sejak dini hari meskipun jam operasional SPBU tersebut belum dimulai dan pagar masih tertutup rantai. Kejadian ini memunculkan kesan adanya tebang pilih serta pembiaran oleh pihak SPBU, sehingga kendaraan yang datang lebih awal bisa berada di barisan terdepan tanpa hambatan. Kamis (03/10/24) dini hari.

Kendaraan Masuk SPBU Sebelum Jam Operasional

Example 300x600

Berdasarkan pantauan tim journal yang berada di lokasi sejak pukul 02.00 dini hari, belasan mobil, termasuk beberapa unit dump truck, sudah memasuki area SPBU dan berbaris rapi di dekat stick nozel untuk menunggu giliran pengisian solar. Ironisnya, meskipun jam operasional SPBU belum dimulai, tidak ada upaya dari petugas jaga malam untuk melarang masuknya kendaraan-kendaraan tersebut.

Seorang petugas jaga malam SPBU yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku bahwa seharusnya kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke area pengisian sebelum jam operasional dimulai. Namun, ia beralasan bahwa rantai penutup depan tidak dipasang gembok, sehingga pengendara dengan mudah masuk tanpa hambatan.

“Kalau menurut aturannya, kendaraan memang tidak boleh memasuki area SPBU sebelum jam operasional. Tapi, mau gimana lagi, berhubung rantai depan tidak menggunakan gembok. Pasokan solar di sini pun tidak setiap hari, melainkan tiga kali dalam seminggu,” ungkapnya.

Pengisian Solar Untuk Keuntungan Pribadi

Tidak hanya masalah teknis di SPBU, fenomena ini juga menyingkap perilaku sejumlah pengendara yang sengaja datang lebih awal untuk memanfaatkan kesempatan memperoleh solar dengan cepat. Salah seorang pengendara mobil yang enggan menyebutkan namanya mengaku secara terang-terangan bahwa dia datang dini hari untuk melakukan pengisian solar secara berulang dengan tujuan menjualnya kembali ke pengepul demi keuntungan pribadi.

“Sengaja datang jam segini, agar bisa melakukan pengisian secara berulang pada saat jam operasional. Solarnya kami kumpulkan dan dijualkan kembali ke pengepul, pastinya akan mendapatkan keuntungan. Zaman susah sekarang ini, cuma inilah yang bisa kami lakukan untuk mencari rezeki,” ujar pengendara tersebut.

Perilaku pengeritan BBM seperti ini telah lama menjadi masalah yang tidak hanya merugikan masyarakat umum yang membutuhkan solar untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga memicu kecurigaan adanya praktik yang tidak transparan di tingkat SPBU. Banyak yang menduga bahwa terdapat kongkalikong antara pihak SPBU dan para pengendara dalam mengatur antrean kendaraan agar mereka bisa lebih dahulu mendapatkan solar.

Dugaan Pembiaran dan Praktik Ilegal

Kondisi seperti ini memperkuat dugaan adanya pembiaran dari pihak SPBU terhadap para pengendara yang ingin mendapatkan solar secara cepat dan menguntungkan diri sendiri. Petugas jaga malam yang seharusnya memastikan tidak ada kendaraan yang masuk sebelum jam operasional justru terkesan membiarkan aksi ini berlangsung tanpa hambatan. Padahal, tindakan ini bertentangan dengan aturan operasional SPBU dan dapat merugikan konsumen lainnya yang datang sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Salah satu sumber internal menyebutkan, bahwa pembiaran ini bisa jadi merupakan hasil dari hubungan yang saling menguntungkan antara pengendara dan petugas. Pengendara yang datang dini hari mendapatkan kesempatan untuk antre lebih awal, sementara petugas mungkin mendapatkan imbalan tertentu untuk menutup mata terhadap praktik ini. Meski demikian, informasi ini belum bisa dipastikan secara konkret dan masih memerlukan investigasi lebih lanjut.

Hingga berita ini ditayangkan, tim journal masih berusaha mengonfirmasi kejadian ini kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan pemerintah daerah setempat, guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran operasional dan praktik pengeritan BBM yang berlangsung secara terbuka di lokasi tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat segera turun tangan untuk mengatasi situasi ini dan memberikan sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang terlibat.

Keberadaan praktik pengeritan BBM bukan hanya merugikan konsumen yang berhak, tetapi juga menciptakan ketimpangan dalam distribusi solar yang semestinya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Jika tidak segera ditindak, kejadian serupa dapat menjadi preseden buruk bagi pengelolaan SPBU di wilayah lain. Warga setempat berharap, adanya pengawasan lebih ketat dari pihak terkait agar SPBU bisa beroperasi sesuai aturan yang telah ditetapkan tanpa adanya penyalahgunaan wewenang.

(TIM JOURNAL)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *