
BANGKA TENGAH, KOBA – Setelah beberapa pekan lalu sempat terhenti usai razia gabungan, aktivitas tambang timah ilegal di Kolong Punguk Merbuk, yang berada di lahan eks PT Koba Tin, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali beroperasi. Puluhan unit ponton rajuk terlihat kembali bekerja tanpa mempedulikan larangan yang telah dipasang di lokasi tersebut.
Kegiatan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Meski sudah jelas ada spanduk yang melarang aktivitas pertambangan, para penambang tetap tidak gentar, seolah-olah ada kekuatan besar di balik layar yang melindungi mereka. Muncul dugaan bahwa aktor intelektual yang berada di balik kegiatan ilegal ini memiliki pengaruh besar, sehingga pihak aparat penegak hukum (APH) di Babel terlihat enggan mengambil tindakan tegas.
Video Viral Mengungkap Dialog Terselubung
Salah satu momen yang mengundang perhatian publik adalah sebuah video berdurasi 1 menit 49 detik yang diunggah di akun TikTok (SJ – red), memperlihatkan Kapolsek Koba sedang memberikan imbauan agar aktivitas tambang di Punguk Merbuk dihentikan sementara waktu. Dalam video tersebut, ada momen yang sangat menarik perhatian di mana seorang pria berbaju biru dan bertopi hitam secara lantang menyatakan bahwa imbauan dari Kapolsek akan diteruskan kepada “yang di atas”, namun menambahkan bahwa jika ada perintah untuk tetap beroperasi, mereka akan tetap menjalankan kegiatan tersebut.
“Himbauan dari bapak akan tetap kami sampaikan dengan yang di atas, cuma apapun petunjuk dari atas, seandainya nyuruh jalan maka kami akan tetap jalan”. ucap pria itu.

Mendengar hal itu, Kapolsek tampak bingung dan langsung bertanya balik, “Dari atas, dari mana?”. Pria tersebut dengan cepat menjawab, “Kasi Intel”. Namun, sayangnya dalam video tersebut tidak ada pernyataan lebih lanjut yang memberikan penjelasan dari satuan atau institusi mana pria itu berasal.
Teka-teki Keterlibatan Pihak Berwenang
Pernyataan pria itu membuat publik bertanya-tanya, apakah ada keterlibatan oknum dari kalangan aparat penegak hukum atau pihak berwenang lainnya dalam mendukung aktivitas tambang ilegal ini?. Dugaan tersebut semakin menguat seiring dengan kenyataan bahwa meski sudah dilakukan razia dan ada larangan tertulis, tambang timah ilegal di lokasi ini masih berjalan dengan bebas.
Publik Babel kini semakin cemas dan berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menuntaskan masalah ini. Mereka menuntut transparansi dari aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk mengungkap siapa sebenarnya aktor intelektual di balik operasi tambang timah ilegal tersebut. Apakah benar ada “pahlawan” yang melindungi kegiatan ini, ataukah ini hanya sekedar dugaan belaka?. Keterlibatan petinggi APH masih menjadi teka-teki yang harus segera dipecahkan.
Sementara itu, tim Journal terus berupaya mengumpulkan informasi terbaru dan mendalami lebih jauh tentang siapa aktor utama di balik aktivitas ilegal yang berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang ini. Kejelasan mengenai keterlibatan aparat atau pengusaha besar sangat dinantikan oleh masyarakat yang berharap kegiatan ilegal ini segera dihentikan dan pelaku di belakangnya ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
(TIM JOURNAL)


















