MENDO BARAT – Aktivitas yang diduga sebagai pabrik tradisional peleburan dan pencetakan balok timah di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, kembali memantik perhatian publik. Pasalnya, lokasi yang menurut sejumlah pemberitaan media online masih beroperasi pada malam 11 Juni 2026, mendadak berubah total hanya dalam hitungan jam setelah keberadaannya terekspos ke publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah wartawan yang mendatangi lokasi pada 12 Juni 2026 menemukan kondisi yang berbeda. Pondok yang diduga digunakan sebagai tempat peleburan timah sudah dibongkar. Tungku-tungku pembakaran yang sebelumnya diduga menjadi pusat aktivitas produksi juga sudah tidak terlihat seperti sebelumnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin sebuah lokasi yang diduga masih aktif beroperasi pada malam hari, mendadak dibongkar keesokan harinya setelah menjadi sorotan pemberitaan?
Lebih menarik lagi, sebelum pembongkaran terjadi, awak media disebut telah mendokumentasikan sejumlah aktivitas di lokasi, termasuk keberadaan kendaraan yang berada di area yang diduga menjadi tempat produksi balok timah tersebut.
Bahkan awak media berhasil mendapatkan nomor handphone 0812737356** yang diduga adalah Bos Pabrik Balok timah tersebut dan berdasarkan pengecekan di getcontact didapatkan nama Ddn.
Masyarakat menilai pembongkaran mendadak itu justru memperkuat dugaan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghilangkan jejak aktivitas di lokasi tersebut.
“Kalau memang tidak ada masalah, mengapa setelah ramai diberitakan justru lokasi dibongkar? Ini yang harus dijawab secara terang-benderang,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Sorotan publik kini mengarah kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Satgas Tricakti. Masyarakat mendesak agar aparat tidak hanya melihat kondisi lokasi yang sudah dibongkar, tetapi menelusuri seluruh rantai aktivitas yang pernah berlangsung di sana.
Menurut warga, penyelidikan tidak akan sulit apabila dilakukan secara serius. Aparat dapat menelusuri status kepemilikan lahan, sumber pasokan listrik yang digunakan, aktivitas keluar masuk bahan baku, hingga pihak-pihak yang diduga mengendalikan operasional pabrik tersebut.
“Kalau aparat benar-benar turun dan bekerja secara profesional, siapa pemilik lahan, siapa penyedia listrik, siapa yang mengatur produksi, dan ke mana hasil balok timah itu dijual tentu bisa diketahui,” kata seorang tokoh masyarakat.
Aktivitas peleburan timah ilegal selama ini menjadi salah satu persoalan serius di Bangka Belitung. Selain berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan dan tata niaga timah, kegiatan semacam itu juga dapat membuka ruang munculnya jaringan distribusi timah yang tidak terpantau oleh sistem resmi.
Karena itu, masyarakat berharap penyelidikan tidak berhenti pada pembongkaran bangunan semata, melainkan mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab di balik dugaan aktivitas produksi balok timah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak lain yang diduga terkait dengan lokasi tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang untuk memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai dengan prinsip jurnalistik dan asas praduga tak bersalah.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi, dokumentasi lapangan, dan keterangan sejumlah sumber yang diperoleh media. Dugaan adanya aktivitas peleburan dan produksi balok timah masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Semua pihak yang disebut atau diduga terkait tetap harus dianggap tidak bersalah sampai terdapat fakta hukum yang sah dan berkekuatan hukum tetap.


















