Koba — Aroma bisnis hitam pertimahan kembali menyeruak di Kabupaten Bangka Tengah. Kali ini, sorotan tajam publik tertuju pada seorang pria bernama Darto, yang diduga kuat menjadi penadah dan pengolah pasir timah ilegal di wilayah Kota Koba.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, Darto memanfaatkan rumah pribadinya sebagai tempat transaksi, penampungan, sekaligus pengolahan pasir timah ilegal. (21/10/2025)
Dari foto yang beredar dan kesaksian warga sekitar, tampak Darto tengah melakukan aktivitas penimbangan dan pelobian timah di sebuah ruangan tertutup yang dilengkapi alat timbang dan penerangan. Di sekitarnya, terlihat beberapa karung berisi pasir timah dalam jumlah besar yang siap dijual atau dikirim ke penadah berikutnya.
Seorang warga Koba yang enggan disebut namanya mengungkapkan, aktivitas tersebut sudah lama berlangsung. “Rumah itu ada gudang. Hampir tiap malam ada orang datang bawa karung isi pasir timah. Kadang motor juga keluar masuk,” ujarnya.
Diduga Pemain Lama, Terlibat Jaringan Mafia Timah
Informasi lain menyebutkan, Darto bukanlah pemain baru di dunia pertimahan Bangka Tengah. Ia disebut-sebut sebagai “pemain lama” yang telah lama dikenal dalam jaringan perdagangan timah ilegal, bahkan punya hubungan dengan beberapa penambang liar di berbagai titik tambang di daerah Lubuk Besar dan Namang.
“Masyarakat sudah tahu kalau Darto ini bagian dari jaringan mafia timah. Dia yang menampung dari para penambang kecil yang kerja tanpa izin. Setelah itu diolah, dilobi, dan dijual ke pengepul besar,” kata sumber lain yang mengetahui pergerakan bisnis ilegal tersebut.
Tak hanya dikenal licin, Darto juga disebut memiliki gaya hidup mewah. Rumahnya yang megah di kawasan Koba serta kepemilikan mobil pribadi memunculkan dugaan kuat bahwa kekayaannya bersumber dari bisnis pasir timah ilegal.
Desakan Pemeriksaan dari Masyarakat
Masyarakat kini mendesak agar Satgas Timah Halilintar segera turun tangan untuk memeriksa dan menindak tegas aktivitas ilegal yang dilakukan Darto. Pasalnya, dugaan keterlibatan penadah seperti Darto dianggap menjadi salah satu penyebab utama maraknya tambang ilegal di Bangka Tengah yang telah merusak lingkungan dan merugikan negara.
“Selama masih ada penadah seperti Darto, tambang ilegal tidak akan pernah berhenti. Negara rugi besar, tapi mereka semakin kaya,” tegas salah satu warga Koba.
Masyarakat juga meminta agar penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, segera melakukan penyidikan menyeluruh terhadap jaringan distribusi timah ilegal yang melibatkan Darto dan pihak-pihak lain yang selama ini “bermain di belakang layar”.
Satgas Halilintar Diminta Bertindak Tegas
Tim wartawan telah berupaya mengonfirmasi kepada Satgas Timah Halilintar, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi terkait laporan aktivitas Darto di Koba.
Publik kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan Satgas Timah Halilintar dalam memutus rantai penadah ilegal yang menjadi jantung mafia timah di Bangka Tengah.
Jika aparat terus menutup mata, bukan tidak mungkin Koba akan terus menjadi ladang subur bagi praktik ilegal yang memperkaya segelintir orang, sementara kerusakan lingkungan dan kerugian negara terus menumpuk tanpa ujung penyelesaian.
















